Header Ads Widget

Responsive Advertisement

Ticker

6/recent/ticker-posts

Metode Penemuan (discovery) dalam pembelajaran

Abstrak

 Metode penemuan (discovery) merupakan metode pembelajaran yang berpusat pada anak (student centered). Karena, metode ini sangat menekankan partisipasi aktif dari siswa untuk mencari, menggali, dan mengeksplorasi sendiri kegiatan belajarnya dalam proses mendapatkan pengetahuan. Peran guru bukan sebagai pengajar tetapi sebagai pemberi motivasi, fasilitas dan pembimbing. Dalam proses pembelajaran PAI (Tarikh), guru masih sangat jarang sekali menggunakan metode ini, umumnya guru lebih banyak menggunakan metode konvensional (ceramah dan tanya jawab). Dalam pola pembelajaran ini siswa hanya diam, mendengarkan, dan mencatat. Akibatnya keaktifan dan partisipasi siswa dalam belajar sangat kurang, sehingga prestasi belajar PAI siswa cenderung rendah.

Permasalahan penelitian ini adalah “apakah  penerapan metode pembelajaran penemuan (discovery) dapat meningkatkan prestasi belajar PAI (Tarikh) siswa di Kelas V SDN 5 Talang Teluk Betung Selatan, Kota Bandar Lampung, TA 2011/2012?” Untuk menjawab permasalahan pembelajaran tersebut, penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Dalam pelaksanaannya ditetapkan siklus 1 dan siklus 2, yang terdiri dari tahapan: 1). Rencana Tindakan,                      2). Pelaksanaan Tindakan, 3). Pengamatan Tindakan, dan 4). Refleksi Tindakan.

Alat pengumpulan data, menggunakan: a) observasi, untuk melihat bagaimana pelaksanaan pembelajaran menggunakan metode penemuan (discovery),                   b) wawancara (tanya jawab), untuk memperdalam/memperkuat hasil pengamatan,    c) tes, untuk menilai kemampuan siswa setelah diajar menggunakan metode penemuan (discovery)dan d) dokumentasi, untuk melengkapi data penelitian sebagai data penunjang. Data yang dikumpulkan, kemudian diolah, disajikan, diinterpretasikan, dan disimpulkan menggunakan pendekatan deskriptif.

Hasil penelitian adalah (1) Siklus I, pada pertemuan pertama, siswa yang telah memperoleh nilai 70 ke atas adalah 7 siswa  dengan angka rata-rata 59,75, serta ketuntasan belajar 15%. Kemudian, pada pertemuan kedua, siswa yang telah memperoleh nilai 70 ke atas mencapai 15 siswa  dengan angka rata-rata 69,53, serta ketuntasan belajar 54%. (2) Siklus II, pada pertemuan pertama, siswa yang telah memperoleh nilai 70 ke atas mencapai 18 siswa  dengan angka rata-rata 75,35, serta ketuntasan belajar 64,3%. Kemudian, pada pertemuan kedua, siswa yang telah memperoleh nilai 70 ke atas mencapai 24 siswa  dengan angka rata-rata 77,87, serta ketuntasan belajar 85,7%.

Kesimpulan penelitian ini  adalah penerapan metode pembelajaran penemuan (discovery)  terbukti dapat meningkatkan prestasi belajar PAI (Tarikh) siswadi Kelas V SDN 5 Talang, Teluk Betung Selatan, Kota Bandar Lampung, Tahun Ajaran 2011/2012.

Posting Komentar

0 Komentar