Abstrak
Metode penemuan (discovery) merupakan metode pembelajaran yang berpusat pada anak (student centered). Karena, metode ini sangat menekankan partisipasi aktif dari siswa untuk mencari, menggali, dan mengeksplorasi sendiri kegiatan belajarnya dalam proses mendapatkan pengetahuan. Peran guru bukan sebagai pengajar tetapi sebagai pemberi motivasi, fasilitas dan pembimbing. Dalam proses pembelajaran PAI (Tarikh), guru masih sangat jarang sekali menggunakan metode ini, umumnya guru lebih banyak menggunakan metode konvensional (ceramah dan tanya jawab). Dalam pola pembelajaran ini siswa hanya diam, mendengarkan, dan mencatat. Akibatnya keaktifan dan partisipasi siswa dalam belajar sangat kurang, sehingga prestasi belajar PAI siswa cenderung rendah.
Permasalahan penelitian ini adalah “apakah penerapan metode
pembelajaran penemuan
(discovery) dapat meningkatkan
prestasi belajar
PAI (Tarikh) siswa di Kelas
V SDN 5 Talang Teluk Betung Selatan, Kota Bandar
Lampung, TA 2011/2012?” Untuk menjawab permasalahan
pembelajaran tersebut, penelitian
ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Dalam
pelaksanaannya ditetapkan siklus 1 dan
siklus 2, yang terdiri dari
tahapan: 1). Rencana Tindakan,
2). Pelaksanaan Tindakan,
3). Pengamatan Tindakan, dan 4). Refleksi Tindakan.
Alat
pengumpulan data, menggunakan: a) observasi,
untuk melihat bagaimana pelaksanaan pembelajaran
menggunakan metode
penemuan (discovery), b) wawancara (tanya jawab), untuk memperdalam/memperkuat
hasil pengamatan, c) tes, untuk
menilai kemampuan siswa setelah diajar menggunakan metode penemuan
(discovery), dan d)
dokumentasi, untuk melengkapi data penelitian sebagai data
penunjang. Data
yang dikumpulkan,
kemudian diolah, disajikan, diinterpretasikan, dan disimpulkan menggunakan
pendekatan deskriptif.
Hasil
penelitian adalah (1) Siklus I, pada pertemuan pertama, siswa yang telah memperoleh nilai 70 ke atas adalah
7
siswa dengan angka rata-rata 59,75, serta ketuntasan belajar 15%. Kemudian, pada pertemuan kedua, siswa yang telah memperoleh nilai
70 ke atas mencapai 15
siswa dengan angka rata-rata 69,53,
serta ketuntasan belajar 54%. (2)
Siklus II, pada pertemuan pertama,
siswa
yang telah memperoleh nilai 70 ke atas mencapai
18 siswa dengan angka rata-rata 75,35, serta ketuntasan belajar 64,3%. Kemudian, pada pertemuan kedua, siswa yang telah memperoleh nilai
70 ke atas mencapai 24 siswa
dengan angka rata-rata 77,87, serta
ketuntasan belajar 85,7%.

0 Komentar